Mengenai Saya

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.
[5] [recent] [slider-top-big] [Slider Top]
[15] [true] [slider-top] [Slider Top]
You are here: Home / Siswi Fatih Raih Perunggu di ISPO

Siswi Fatih Raih Perunggu di ISPO

| Tidak ada komentar

BANDA ACEH - Empat siswi kelas II SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School (FBS, Banda Aceh meraih medali perunggu pada Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2014 selama tiga hari (18-20 Februari 2014) di di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Olimpiade diikuti para siswa tingkat SMA di seluruh Indonesia ini memperlombakan enam bidang perlombaan, yaitu biologi, fisika, kimia, lingkungan, teknologi, dan komputer. Masing-masing bidang diwakili dua siswa mewakili sekolah ke tingkat nasional.
Empat siswi FBS yang berhasil membawa medali perunggu, yaitu Lila Narisya dan Miftahul Jannah BS yang mengikuti perlombaan Bidang Fisika dengan judul “Penelitian Pembuatan Keramik Kerkapasitas Kalor Besar Berbasis Kaolin” Sedangkan bidang lingkungan diikuti Tengku Yumna Darayani dan Resty Tamara Utami dengan judul penelitian “Toddy Palm Tree as Wind Damper Solution In Coastal Zone and Huge Ecology Benefits”.
Pada bidang fisika, Miftahul dan Lila menjelaskan project yang dilakukan tentang keramik yang memiliki kalor berkapasitas tinggi. Menurut kedua remaja ini, di Indonesia umumnya menggunakan keramik berkapasitas kalor rendah. Misal di Aceh yang bersuhu panas, maka keramiknya akan mudah panas dalam waktu cepat.
“Tapi kami di sini mau membuat keramik yang saat dijadikan sebagai keramik teras, maka tidak akan panas, tetapi akan panas dalam waktu yang lama. Keramik seperti ini sudah ada dulu di Jerman, namun kami membuat keramik berbahan yang ada di Indonesia. Seperti magnesium oksida, kalorin, batu gamping. Dari material tersebut diharapkan memiliki kalor yang lebih tinggi daripada keramik biasa,” jelas Miftahul kepada Serambi kemarin.
Selain itu, komposisi keramik dilakukan Miftahul dan Lila, menurut kedua gadis ini dapat dikembangkan ke keramik lantai, gelas, perindustrian, seperti pesawat luar angkasa yang memakai keramik di bagian badannya. Saat pesawat take off suhu panas tersebut dapat diserap oleh keramik. Selain itu juga, dapat menghindari keretakan sehingga tidak perlu mengimpor keramik dari luar.
“Untuk persiapan project ini, kami sudah mulai mencari bahannya sejak November 2013. Dalam bidang ini, juara I diraih oleh siswa SMA di Palembang, dan juara II oleh siswa SMA di Kudus,” ujar Lila.
Sementara di bidang lingkungan, Yumna dan Resti membuat project tentang pemanfaatan pohon lontar sebagai peredam angin di wilayah pesisir dengan keuntungan ekologi yang besar. “Kami menguji angin laut karena angin ini ke kota lebih kencang. Tetapi tidak menggunakan pohon kelapa, karena jika pohon kelapa ketika diterpa angin, maka akan miring sehingga lama-lama roboh,” jelas Resti.
Sedangkan pohon lontar, menurutnya akan berdiri kuat dan daunnya tidak jarang-jarang. Yumna mewakili teman-temannya berterima kasih kepada pihak sekolah dan pembimbing selama mereka melakukan penelitian, yaitu Dosen Fakultas MIPA Unsyiah, Suhrawardi Ilyas PhD sebagai pembimbing utama serta tentor untuk bidang fisika mahasiswi Fakultas MIPA Unsyiah, Nurzahziani, dan tentor bidang lingkungan, yaitu mahasiswi Biologi FKIP Unsyiah, Resa Syafitri. Adapun dewan juri dari Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri, dan dan LIPI.(hs)