Mengenai Saya

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.
[5] [recent] [slider-top-big] [Slider Top]
[15] [true] [slider-top] [Slider Top]
You are here: Home / JANJI POLITIK

JANJI POLITIK

| Tidak ada komentar








Komunikasi Adalah cara menyampaikan pesan kepada penerima pesan agar dapat mengetahui maksud atau kehendak kita, komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain.
Ada empat unsur terjadinya komunikasi antar sesama manusia:
1. Komunikator atau penyampai pesan
2. Komunikan, yaitu penerima pesan
3. Isi pesan
4. Saluran, perantara pesan.


Komunikator akan berhasil menyampaikan pesannya jika, gagasan atau idenya sampai dan dimengerti oleh komunikan. Ada unsur pengertian yang harus didapat oleh komunikan jika ingin membangun komunikasi yang baik.

Janji merupakan salah satu bentuk informasi yang disampaikan Komunikator ke komunikan.

Janji adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Janji yang baik adalah janji yang telah diwujudkan dalam perbuatan sesuai dengan kesediaan atau keanggupan berbuat sesuatu seperti yang telah diucapkan sebelumnya.

Janji yang baik tentu harus bernilai kejujuran.
Rasulullah bersabda:
حدثنا عثمان بن أبي شيبه حدثنا جريرعن منصور عن أبي وائل عن عبدالله رضي الله عنه عن النبي صلعم. قال: ان الصدق يهدي الى البر وان البر يهدي الى الجنة وان الرجل يهدي ليصدق حتى يكون صديقا. ان الكذب يهدي الى الفجور وان الفجور يهدي الى النار وان الرجل يهدي ليكذب حتى يكتب عندالله كذابا .(صحيح يخاري,صحيفه:65/4)
Artinya: “Sesungguhnya jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga, sesungguhnya orang yang berkata benar maka orang tersebut dicatat sebagai orang yang paling jujur. Sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka dan orang yang dusta maka akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang paling dusta” (Shahih Bukhari, hal: 65 juz: 4).

Hadits itu  mengisyaratkan betapa besar potensi sikap jujur dalam kehidupan manusia, baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dunia karena sikap jujur itu membawa kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga yang merupakan kesempurnaan Nikmat Allah.

Jujur dan menepati janji adalah dua hal yang saling terkait yang memiliki persamaan dan perbedaan. Adapun Kesamaannya yaitu kalau orang suka menepati janji maka akan melahirkan kejujuran. Perbedaannya yaitu kalau orang selalu berprilaku jujur belum tentu bisa dikatakan orang yang menepati janji.
Allah berfirman:
ياأيهاالذين أمنوااتقوالله وكونوامع الصادقين.(التوبه:119)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah bersama-sama orang yang jujur” (At-Taubah:119)


Janji adalah sesuatu yang harus ditepati oleh setiap orang terhadap yang lain, baik kepaada Allah, dengan menyimak dan mentaati semua ajaran-ajarannya maupun kepada manusia. Janji itu wajib ditepati selama bukan maksiat.
Rasulullah bersabda:
اضمنوا لي ستا أضمن لكم الجنة اصدقوا اذاحدثتم وأوفو اذا وعدتم وادوا اذاؤتمنتم وحفظوا فروجكم وغضوا ابصاركم وكفوا ايديكم. (رواه أحمد)
Artinya:”Berjanjilah kepadaku bahwa kamu akan mengerjakan enam perkara ini niscaya kamu masuk surga. Berkata benar, tepatilah apabila berjanji, kerjakanlah apabila diamanati orang, jagalah kehormatan, tundukkanlah pandanganmu dan jangan suka memukul orang”. (Hentikan lancang tanganmu).(HR. Ahmad, 101 hadits.hal:24-25)


Seseorang bisa dikatakan sudah menepati janji apabila berjanji orang tersebut selalu menepatinya, sekalipun dengan musuh atau anak kecil dan orang yang tidak menepati janji digolongkan orang-orang yang munafik.
sebagaimana hadits nabi:
حدثنا ابن سلام حدثنا اسماعيل بن جعفر عن ابي سهيل عن نافع بن مالك بن عامر عن ابيه عن ابي هريرة. أن رسول الله صلعم قال: أية المنا فقين ثلاث. اذاحدث كذب اذا وعد أخلف اذائتمن خان.(صحيح بخاري.صحيفه.65:4)
Artinya:”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam. Apabila berkata ia dusta, Apabila berjanji ia ingkar, Apabila di percaya ia khianat”. (Shahih Bukhori. hal:65, juz:4)
Berkata benar, menepati janji dan apabila dipercaya tidak khianat adalah merupakan wasiat nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda nabi:
قال معاذ. قال لي رسول الله صلعم. أوصيك بتقو الله وصدق الحديث وأداءالأمانة والوفاء بالعهد وبذل السلام وخفض الجناح.(احياء علوم الدين.صحيفه.133:3)
Artinya; Muadz berkata, Rasulullah bersabda kepadaku: “Saya berwasiat kepadamu supaya bertaqwa kepada Allah, jujur dalam bicara, melaksanakan (menjaga) amanah, menepati janji, memberi salam, dan merendahkan diri (tawadlu’). (Ihya’ Ulumuddin. juz:3. hal:135.)

Tidak ingkar janji itu akan melahirkan sikap jujur dan orang tersebut akan disenangi oleh semua orang bahkan Allah itu senang kepada orang tersebut. Sebagai umat islam seharusnya sikap jujur dan menepati janji diamalkan dalam perbuatan, tingkah laku, tatakrama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Janji Politik tiap hari kita dengar sampai menjelang hari pencoblosan. Tentunya kita tidak dapat mengetahui mana yang janji berisi kejujuran atau janji yang berisi kebohongan karena akan diketahui setelah apa yang dijanjikan ditepati atau diingkari dikemudian hari.

Butuh kecermatan, kecerdasan dan kedewasaan berpikir untuk menentukan pilihan, juga sedikit keberuntungan.

Janji Politik, suka tidak suka, mau tidak mau harus kita terima sebagai komunikan karena itu adalah salah satu proses yang harus kita lalui untuk memilih dan menentukan pemimpin dikemudian hari.


Di ambil dari berbagai sumber [beritaMU]