| Sejumlah pekerja proyek pembangunan di RRT. (sumber: Bloomberg News/Landov) |
Pernyataan yang dipasang di situs internet pemerintah pusat yang mengutip pertemuan Dewan Negara menyatakan peluang tersebut terdapat dalam berbagai industri termasuk kereta api, pelabuhan dan energi bersih. Proyek-proyek yang ditawarkan juga pada bidang teknologi informasi, jaringan pipa minyak dan gas, batubara hingga bahan kimia dan petrokimia.
Langkah ini didasarkan pada perubahan dalam industri yang didominasi pemerintah yang mencakup rencana untuk memindahkan pengembang perangkat keras militer pada BUMN terbuka dan injeksi aset terbesar pada unit asal Tiongkok yang terdaftar di bursa di Hong Kong. Para pemimpin RRT menerapkan pergeseran kebijakan ekonomi yang paling luas sejak 1990-an ketika mencoba untuk mempertahankan pertumbuhan tak jauh dari target sekitar 7,5 persen tahun ini.
"Ini merupakan langkah menuju pemerataan lapangan bagi sektor swasta, mendorong persaingan dan pada saat yang sama melepaskan lebih banyak investasi untuk mendukung pertumbuhan. Tindakan ini merupakan upaya kecil lain untuk meredam pertumbuhan sambil mendorong melalui reformasi, " ujar Kepala Ekonom Tiongkok di HSBC Holdings Plc Qu Hongbin di Hong Kong dalam sebuah catatan.
Perusahaan yang dikendalikan negara termasuk PetroChina Co dan China Petroleum & Chemical Corp telah memimpin dorongan untuk menemukan investor swasta di tengah upaya Perdana Menteri Li Keqiang untuk memberikan pasar peran lebih besar dalam alokasi sumber daya yang ada. Ekonomi negara itu tumbuh 7,4 persen dari tahun sebelumnya dalam tiga bulan pertama tahun ini, laju paling lambat dalam enam kuartal dan survei kemarin mengisyaratkan bahwa manufaktur belum menanggapi upaya stimulus pembuat kebijakan.
Bulan ini dua orang narasumber yang paham dengan masalah tersebut mengatakan rencana pada perangkat keras militer akan memungkinkan lembaga penelitian militer untuk dimasukkan ke dalam BUMN. Kebijakan, yang disusun oleh Departemen Keuangan dan lembaga lainnya, menurut mereka dapat diberlakukan segera setelah bulan depan.
Dalam injeksi aset, Hong Kong Citic Pacific Ltd awal bulan ini setuju untuk membayar 226.9 miliar yuan (US$ 36 miliar) untuk membeli aset perbankan dan broker Tiongkok dari induk BUMN mereka. Menurut pengajuan pertukaran Hong Kong Citic Group Corp akan memegang 75 -85 persen dari bisnis gabungan tersebut.
Qu menegaskan prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi setahun penuh sebesar 7,4 persen dan mengatakan langkah-langkah reformasi lebih harus dilakukan.
"Ini akan membantu membuat dasar pada pertumbuhan sambil membuat langkah penting menuju menyesuaikan struktur ekonomi, " tulis Qu.
Pernyataan tersebut juga menyatakan proyek-proyek itu akan terbuka untuk pelelangan umum dan modal dari luar akan dapat berpartisipasi melalui usaha patungan, kepemilikan tunggal dan waralaba. Selain itu, kelompok industri berikutnya yang akan dibuka untuk investasi termasuk eksploitasi minyak dan gas, pelayanan publik, pemeliharaan air dan fasilitas bandara.
“Pengumuman kemarin mencerminkan tujuan pemerintah untuk menstabilkan pertumbuhan melalui percepatan reformasi investasi dan mekanisme pendanaan. Membuka daerah investasi yang lebih menarik bagi modal swasta akan membantu untuk memperkuat perekonomian dan menghindari penambahan lebih banyak utang pemerintah, " tutur Kepala Ekonom Tiongkok di Barclays Plc Chang Jian di Hong Kong dalam catatannya.
Penulis: WYU/AF
Sumber:Bloomberg
