![]() |
| Jenderal TNI Dr. Moeldoko |
Jakarta - Muhammadiyah menggelar pengajian bulanan dengan melibatkan TNI dan Polri. Dua pentolan lembaga pertahanan dan keamanan RI, yakni Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Wakapolri Komjen Polisi Badrodin Haiti didaulat sebagai pembicara dalam pengajian bertema 'Pemilu yang Damai, Aman, dan Bermutu'.
Dalam sambutannya Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, berharap agar kedua lembaga tersebut tetap bersikap netral dalam pemilu. Sikap netral TNI dan Polri juga sudah diatur dalam undang-undang.
"Kami harap aparat penegak hukum juga bisa menjadi wasit yang juga harus netral. Betul-betul berada di tengah tapi tidak bersikap memihak peserta," ujar Din, di Gedung Muhammadiyah, Jl Cikini Raya, Jakarta, Jumat (4/4/2014).
Din berharap agar pemilu tahun ini tetap bisa berjalan dengan aman dan damai. Dia menegaskan, agenda pemilu 2014 sangat penting demi kemajuan Indonesia.
"Pemilu 2014 agenda nasional yang penting. Kita harap bisa menjadi sarana untuk akhiri masa transisi yang telah berjalan sejak reformasi," ucpanya.
Dia juga meminta masyarakat menatap optimis masa depan bangsa. "Memang ada yang pesimis dan apatis melihat 80 persen caleg adalah anggota sebelumnya dan selama ini masih menyisakan penumpukan masalah. Wajar saja, namun agama kita mengajarkan harus optimis," ucapnya.
![]() |
| Suasana Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah |
TNI menitipkan melalui Jenderal Dr Moeldoko, secara kelembagaan ke Muhammadiyah, memberikan kontribusi atas terciptanya Pemilu yang damai, aman dan tertib.
Ada penilitian terhadap 60 negara, diantara ciri-ciri negara maju sebagai berikut:
Negara maju adalah negara yang diisi oleh orang-orang menyukai tantangan, disiplin dan berani mengambil resiko yang ada di pak dien, ujar Pak Jenderal.
Negara berkembang lebih mengutamakan jalinan kekerabatan, sensitif terhadap orang lain, itu patut direnungkan oleh warga muhammadiyah.
Sambutan berikutnya oleh Pak Prof. Dr. Ahmad Mubaroq MA (orang NU yang sekolah Madrasah di Muh) yang mengutarakan sudah mulai galau dan muak terhadap politik,
dulu ada cita-cita atas berkat Rahmad Tuhan dan keinginan luhur terbentuk Indonesia. Kondisi sekarang sedang Difisit keinginan luhur, sudah lama hilang.
sebuah teori menyebutkan sebuah negara dibangun untuk 100 tahun , namun sekarang politisi hanya berpikir lima tahunan
Sunatullah kebaikan selalu minoritas, jaman keemasan sejarah sekitar 5-10 tahun dalam 1 abad. kita merdeka sudah 68 th, jaman emasnya belum ada, tikungan sejarah mestinya sebentar, sekarang sudah 16 tahun berada ditikungan, yang disebabkan oleh tidak adanya langkah besar, konsep besar dan pemimpin besar.
Pemimipin besar lahirnya dari 2 pintu, Revolusi, namun kalau revolusi sekarang akan melahirkan korban besar. Yang ke-dua, Mengalami kesulitan dan penderitaan yang lama akan timbul pemimpin besar, disinilah diperlukan kesabaran politik yaitu tabah hati, tidak mengeluh dalam rangka mencapai tujuan, dan jangka waktu tertentu.
Pak Mubarog mengutip pendapat gusdur, Wali ke-10 warga NU. Penduduk Amerika akan berhutang ke China, kemudian Cina akan berhutang ke India, dan terakhir ke Indonesia. Menurut ramalan tahun 2030 Indonesia akan mencapai masa keemasan.
AM Fatwa, senator DKI, mendapat giliran berikutnya untuk memberikan sambutan
"Senang mengikuti pengajian, karena kebetulan peserta caleg pemilu jadi ada kesempatan untuk mengenalkan diri"
"Pak Muldoko saya yakin akan meilih Saya", Katanya.
"Ada buku dari Muhammadiyah untuk Indonesia ada tiga tokoh utama Muhammadiyah, MR Kasman Singodimejo pelopor TKR cikal bakal TNI Sudah bintang republik tapi belum digelari pahlawan
, Kibagus Hadikusumo, 10 kali Soekarno mengutip pendapat kibagus dalam pidato-pidatonya. Kahar Muzakar tokoh yang melobi timur tengah dalam masa kemerdekaan. Di harapkan Pak Moeldoko berkenan itu memperjuangkan ketiga tokoh muhammadiyah itu menjadi pahlawan nasional", Ujar Pak Senator.
Hatta Taliwang, alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta, mantan ajudan AH Nasution, oposisi Muhammadiyah di BBM, mendapat giliran berikutnya untuk berbicara di podium.
Sambutannya singkat, kawatir tentang pasca pemilu, konflik akan terjadi setelah tanggal 9. ada faktor kepentingan antar capres ada yang mau merebut dan sebegainya dan kemungkinan kecurangan.
Prof Dr Marwah Daud Ibrahim,PhD presidium ICMI, ayahnya ketua Ranting Muhammadiyah di Sulawesi, mendapat giliran terakhir untuk berbicara.
Laurence Harizon meneliti puluhan negara, how measure prospect, dari sekian banyak negara maju dan berkembang dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebab utama maju dan mundurnya suatu negara adalah manusianya, karakternya,
yang disebut radius of trust, lingkar kemampuan saling percaya, semakin maju negara, semakin luas tingkat saling percayanya
Mengutip pendapat Liew Kwan Yew, Berikan Semua peluang terbaik untuk seorang yang terbaik untuk membuat Negara Maju.
Dengan Berdialog merupakan salah satu cara membangun saling trust, Jika bersatu, Indonesia akan menjadi Bangsa yang Besar.
Diakhiri dengan penyerahan buku oleh Ketua PP Muhammadiyah ke Jenderal Moeldoko, Panglima TNI. Bertindak sebagai Pembawa acara adalah Dr. Najamudin Ramly. [BeritaMU]


